21 Agustus 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Disperindagkop Akan Tera Ulang Timbangan Tengkulak Sawit


Disperindagkop Akan Tera Ulang Timbangan Tengkulak Sawit
Ilustrasi Tera ulang timbangan

KLIKPENAJAM.COM - Masih banyaknya alat timbang milik pedagang serta tengkulak sawit di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang belum memiliki label tera dari pemerintah, akan segera ditertibkan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten PPU.

Dikatakan Kepala Bagian Perdagangan Disperindagkop UKM Kabupaten Penajam Paser Utara Rusli saat ditemui di Penajam, Jumat, mengatakan alat timbang milik pedagang atau tengkulak buah sawit belum memiliki label tera dari pemerintah kabupaten.

"Rata-rata alat timbang tengkulak atau pedagang khususnya `loadingan` buah sawit itu belum ditera," ujarnya.

Disperindagkop UKM Kabupaten Penajam Paser Utara akan memeriksa izin usaha dan alat timbang para tengkulak atau pedagang buah sawit, apakah sudah ditera atau belum.

Sedangkan alat timbang buah sawit milik perusahaan kalapa sawit yang beroperasi di wilayah Penajam Paser Utara lanjut Rusli, telah ditera ulang setiap tahun.

"Setiap tahun alat timbang buah sawit, termasuk penampungan buah sawit dan tangki bahan bakar minyak perusahaan sawit ditera ulang," katanya.

Selain itu alat timbang pedagang di pasar tradisional, serta warung dan toko tidak luput dari pantauan Disperindgkop UKM Kabupaten Penajam Paser Utara.

Uji alat ukur takar timbang dan perlengkapan SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) dan agen penyaluran solar dan minyak atau APMS dilakukan Disperindagko UKM Kabupaten Penajam Paser Utara.

"Tera ulang tangki penampungan BBM SPBU dan APMS dilakukan enam tahun sekali, kalau "nozel" atau perangkat penyaluran BBM ditera ulang setiap tahun," jelas Rusli.

Instansinya, menurut ia, sudah berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) agar tidak memberikan kuota BBM kepada SPBU dan APMS di wilayah Penajam Paser Utara yang telah habis masa berlaku tera ulangnya.

Tera ulang tersebut, kata Rusli, sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen dan mencegah kecurangan yang dilakukan para pedagang nakal dan tidak bertanggung jawab.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis atau UPT Metrologi Kota Balikpapan untuk melakukan uji alat ukur takar timbang, termasuk perlengkapan SPBU dan APMS tersebut.

"Tera ulang melibatkan UPT Metrologi Kota Balikpapan, karena Kabupaten Penajam Paser Utara belum memiliki UPT Metrologi," ucap Rusli. (*)

Reporter : Edwin Irawan | Antara    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0