15 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Unik, Masjid Ini Dibangun Untuk Mahar Pernikahan


Unik, Masjid Ini Dibangun Untuk Mahar Pernikahan
Masjid Hunto Sultan Amay (kemenag.go.id)

KLIKPENAJAM.COMInilah Masjid dengan sejarah unik di Indonesia. Tempat ibadah di selatan Kota Gorontalo yang diberi nama Masjid Hunto Sultan Amay itu, ternyata dibangun sebagai mahar pernikahan.

Dilihat dari nama, Hunto adalah singkatan dari “ Ilohuntungo”. Artinya basis atau pusat perkumpulan Islam. Sementara nama Sultan Amay merujuk pada salah seorang pemimpin Kerajaan Gorontalo yang pertama kali memeluk Islam. Sekaligus pendiri masjid.

Sultan Amay mendirikan masjid ini tahun 1495, sebagai mahar pernikahannya dengan Putri Boki Antungo, anak Raja Palasa dari Mautong Sulawesi Tengah. Atas permintaan keluarga Sang Putri kepada Sultan Amay yang berniat menikahinya tak lama setelah mengikrarkan diri masuk Islam.

Dikutip dari Dream.co.id, sejak awal, masjid Hunto Sultan Amay dijadikan basis perkembangan agama Islam di kota berjuluk “Serambi Madinah” ini. Bahkan Sultan Amay mengundang ulama terkemuka Arab Saudi, Syekh Syarif Abdul Aziz, untuk menyebarkan Islam di Gorontalo kala itu.

Masjid yang dibangun di atas tanah 12 x 12 meter ini terletak berada di Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo. Saat ini tercatat sebagai cagar budaya pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Gorontalo.

Bangunan utama masjid ini masih terjaga keasliannya. Begitupun dengan keberadaan Makam Sultan Amay dan Syekh Syarif Abdul Aziz yang terletak di depan pengimaman.

Sedangkan pada bagian depan dan samping telah dibangun beberapa ruangan tambahan. Di depannya kini ada ruangan tambahan seluas 60 meter persegi, dan di sebelah utara ruang utama juga dibangun ruangan tambahan seluas 8 x 12 meter.

“ Ini bangunan bersejarah dan sudah menjadi cagar budaya, sayang kalau tidak dijaga dan diberdayakan,” kata Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Sultan Amay, Syamsuri Kaloku.

Syamsuri mengatakan, perhatian pemerintah terhadap masjid kuno ini masih kurang. Meski  pernah mengucurkan dana operasional. Namun saat ini anggaran tersebut terhenti.

“ Sekarang kami swadaya menutupi kebutuhan operasional masjid,” tambahnya. (Dream)

Reporter :     Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0