23 November 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

81 Jenis Kosmetik Ilegal Diamankan BPOM Samarinda


81 Jenis Kosmetik Ilegal Diamankan BPOM Samarinda
Ilustrasi

KLIKPENAJAM.COM - Tim Satuan Tugas (satgas) Pemberantasan Obat Keras dan Makanan illegal dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kalimantan Timur dan Polda Kaltim menyita 81 item produk ilegal berbahaya dari sebuah gudang di Samarinda, Senin 13 November 2017.

BPOM menyita 81 item yang terdiri dari 6.779 pieces produk kosmetik. Jika dirupiahkan, nominal produk illegal ini senilai sekitar Rp610 juta.

Tim gabungan Satgas menyita barang-barang ilegal tersebut dari sebuah rumah sekaligus tempat penjualan produk-produk ilegal yang diduga berasal dari luar negeri. Produk yang disita Tim Satgas Pemberantasan Obat Keras dan Makanan Ilegal dari BPOM Kaltim dan Polda Kaltim ini termasuk produk mewah dengan merek terkenal dari Jerman, China, dan Korea.

Kepala BPOM Samarinda, Fanani Mahmud mengatakan sebagian besar produk ilegal yang disita merupakan produk kecantikan yang berfungsi sebagai pemutih kulit dan wajah. Produk-produk ini dijual langsung dan terbuka bahkan dijual secara online.Para pembeli langsung datang dan mengambil barang di tempat berjualan.

Fanani mengimbau agar masyarakat sadar untuk tidak mengomsumsi produk kosmetik illegal. Karena itu pihaknya telah melakukan sosialisasi. Untuk mengurangi peredarannya, pihaknya langsung melakukan penyitaan setelah menerima informasi dari masyarakat dan melakukan investigasi di lapangan.

"Kemudian kami lakukan pengawasan. Kalau memang cukup bukti, kami lakukan pro justicia. Banyaknya sih enggak. Kami mencarinya ini di daerah-daerah tertentu saja. Informasinya dari masyarakat juga dan hasil investigasi kami kalau banyaknya enggak," ujar Fanani.

Kasubdit III Obat dan Bahan Berbahaya dari Ditreskoba Polda Kaltim, AKBP Musliadi Mustafa mengakui, peredaran obat-obat kosmetik illegal melalui media sosial sangat marak. Melalui Satgas Pemberantasan Obat Keras dan Makanan Illegal, Polda Kaltim melakukan penindakan.

"Kita melakukan koordinasi dengan cyber crime dulu, lah. Karena apa? Dalam hal ini, kan biasa juga dia menjual itu bukan atas nama dia. Iya, kan? Lapak lain, tau-tau, orang ikut mengatasnamakan dia tapi bukan dia. Justru itu, kita koordinasi dengan cyber crime. Peredaran keras yang di Kalimantan, khususnya di Kalimantan Timur belum ada laporan," ujar AKBP Mustafa. (*)

Reporter : Man    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0