17 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Mulai Tadi Malam Setnov Huni Rutan KPK


Mulai Tadi Malam Setnov Huni Rutan KPK
Setnov saat dibawa memasuki KPK (Rep)

KLIKPENAJAM.COM - Tersangka kasus KTP-el Setya Novanto (Setnov) akhirnya dipindahkan ke KPK, Minggu, 18/11/2017 jelang tengah malam.

Setnov tiba dari RSCM di gedung KPK di Kuningan pada pukul 23.39 dengan kawalan ketat. Ia diangkut dengan mobil Panther pelat merah bernomor polisi B 1242 SQO.

Saat tiba, wartawan yang sejak lama menanti kehadirannya langsung berebut untuk mengabadikan. Namun, ia dikawal ketat sejumlah anggota polisi sehingga tak dapat terlihat jelas.

Sejak di dalam mobil, Ketua DPR itu sudah mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye. Dengan wajah datar ia turun dari mobil dan didorong menggunakan kursi roda.

Pembantaran penahanan tidak lagi diperlukan. Ini setelah kondisi kesehatan Setnov dinilai tidak perlu rawat inap.

Para dokter menilai Ketua DPR sekaligus Ketum Golkar Setya Novanto, sudah tidak lagi perlu rawat inap dirumah sakit, setelah dilakukan penilaian kesehatan selama dua hari Jumat-Minggu, 17-19 November 2017.

"Setelah dilakukan penilaian selama dua hari, kami tim dokter menilai Setya Novanto sudah tidak perlu lagi rawat inap," papar Dirut RSCM dr Czeresna Heriawan Soejono, saat jumpa pers, tadi malam.

Dalam jumpa pers itu hadir wakil ketua KPK Laode Syarif, Sekjen IDI Dr M Adib Khumaidi, dan tim dokter yang dibentuk Ikatan Dokter Indonesia.

Sekjen IDI, Dr M Adib Khumaidi juga mengatakan telah melakukan penilaian terhadap kondisi kesehatan Ketua DPR Setya Novanto dan hasilnya telah diserahkan ke KPK.

Setnov sedianya akan ditahan hingga 6 Desember 2017 setelah KPK melakukan pembantaran penahanan.

Sebelum dibantarkan, Setnov telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi. Pembantaran penahanan adalah penundaan penahanan sementara terhadap tersangka karena alasan kesehatan.

Pembantaran penahanan dapat diberikan karena tersangka menjalani rawat jalan atau rawat inap yang diperkuat dengan keterangan dokter. Pembantaran penahanan berakhir apabila menurut keterangan ahli atau dokter tersangka sudah sembuh.(*)

Reporter : Nina Karmela    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0