17 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Banjir Merajalela, Pemkot Bontang Minta Keterlibatan Perusahaan


Banjir Merajalela, Pemkot Bontang Minta Keterlibatan Perusahaan
Walikota Bontang, Neni Moerniaeni langsung menggelar rapat bersama seluruh OPD dan Forkopinda untuk mencari solusi penanganan banjir kiriman agar tidak terulang lagi di Rujab Walikota Bontang, Selasa, 21 November 2017. (FOTO: HUMAS PEMKOT BONTANG)

KLIKPENAJAM.COM - Walikota Bontang, Neni Moerniaeni harus bergerilya siang dan malam memantau kondisi korban banjir yang merendam Kota Bontang, Kalimantan Timur sejak Senin, 20 November 2017 kemarin.

Banjir melumpuhkan sebagian besar wilayah Bontang termasuk jalan protokol. Meski sudah surut, masyarakat di Kota Taman tetap diminta selalu waspada. BMKG menyatakan curah hujan dengan intensitas tinggi akan berlangsung hingga awal Desember 2017.

Orang nomor satu di Bontang ini bergerilya ke bebarapa titik yang menjadi langganan banjir untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Waikota Neni pun mengajak perusahaan dan seluruh elemen ikut menangani masalah banjir bersama-sama. "Saya berharap masalah banjir ini juga dipikirkan perusahaan dan seluruh elemen, termasuk Dandim dan Polres,” kata Neni Moerniaeni kepada awak media, Selasa, 21 November 2017.

Politisi Golkar ini berharap, PT Indominco Mandiri bisa mencari solusi penanganan banjir dengan program CSR-nya dengan membangun bendungan pengendali (bendali). Dari lokasi operasinya, daerah yang menjadi tanggung jawab perusahaan tanbang batu bara itu adalah wilayah Kelurahan Kanaan dan Gunung Telihan.

Sementara wilayah Guntung, lanjut Neni, menjadi tanggung jawab PT Pupuk Kaltim (PKT) dengan CSR-nya diharapkan menurap Sungai Guntung. “Lalu untuk Dinas Kesehatan fokus penanganan pasccabanjir,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, Ahmad Yani mengatakan banjir di Kota Bontang memang sudah surut sejak Selasa (21/11/2017). Meski begitu, pihaknya meminta masyarakat tetap waspada. “Kami telah melakukan rapat bersama instansi terkait sebagai upaya pencegahan, baik jangka panjang, menengah dan pendek,” jelas Yani.

Terkait banjir kemarin, Yani menyatakan debit air lebih besar datang ke Bontang. Isu terkait tanggul PT Indominco Mandiri yang jebol juga tidak dibahas dalam rapat tersebut. “Jadi kami bentuk panitia untuk pencegahan banjir di rapat tadi itu,” ujarnya.

Yani mengatakan, sesuai data dari BMKG intensitas curah hujan masih tinggi hingga awal Bulan Desember mendatang. Oleh karenanya, bukan hanya warga saja yang diminta waspada, tetapi para lurah dan camat pun harus terus menyampaikan kemungkinan adanya bencana banjir.

“Terutama wilayah yang rawan banjir seperti 6 kelurahan yang menjadi langganan banjir,” ungkapnya.

Sementara itu, Manager Operation PT Indominco Mandiri, Edi Susanto mengatakan isu tanggul perusahaan jebol itu sudah beredar sejak dulu ketika banjir melanda. Menurut dia tanggul perusahaan dalam kondisi baik. “Jadi memang secara data, air itu tidak mengalir ke arah Bontang dan ini harus digarisbawahi. Karena air yang mengalir dari Indominco itu ke selatan tidak ada yang ke Bontang,” jelas Edi.

Edi menegaskan antara Indominco dan Bontang itu ada bukit yang tidak memungkinkan air melewatinya. Edi menyampaikan Indominco memberikan bantuan logistik sebanyak 2.300-an nasi kotak untuk korban banjir, Senin (20/11) malam kemarin. “Kami juga turunkan tim rescue yang berposko di Parikesit untuk proses evakuasi. Hari ini (kemarin) sudah ditetapkan komando dibawah BPBD Bontang,” pungkasnya. (*)

Reporter : Said NR    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0