17 Desember 2017

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Pemira Unmul Ricuh, Rektor Turun Tangan


Pemira Unmul Ricuh, Rektor Turun Tangan
Kericuhan mahasiswa Unmul saat Pemilihan Raya (Pemira), Senin 20 November 2017 (Foto: Ist)

KLIKPENAJAM.COM - Pemilihan Raya (Pemira) Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, diwarnai bentrokan antar mahasiswa. Bentrokan terjadi, Senin, 20 November 2017.

Keributan pecah saat tim sukses kedua pasangan kandidat calon BEM Unmul, yakni Paslon 1 antara Yani (Fisipol) - Jusman (FEB) dan Paslon 2 antara Rizaldo (FKIP) - Miftah (FKM) saat adanya pengumuman dari Panitia Pengawas (Panwas) Pemira. Setidaknya sekira lebih dari 10 orang mahasiswa turut menjadi korban luka akibat perseteruan tersebut.

Kericuhan terjadi pada saat pengumuman hasil gugatan dari pasangan calon (Paslon) satu dalam pemilihan Presiden BEM Unmul oleh Panwas Pemira yang ternyata ditunda.

Akar peristiwa bermula pada Sabtu,18 November 2017. Saat itu, pasangan calon nomor urut 1 menyerahkan surat gugatan terhadap panitia pengawas pemira. Selanjutnya, surat gugatan tersebut langsung ditindaklanjuti

Kandidat nomor urut 1, Yani menjelaskan, setelah diadakan pertemuan pertama proses pencarian bukti-bukti, Panwas menghadirkan 3 perwakilan dari masing-masing Timses Nomor urut 1 dan Nomor urut 2 beserta pihak tergugat yaitu Miftah Mubarok.

Dari hasil pertemuan, disepakati bahwa pengumuman hasil gugatan akan diumumkan pada Senin, 20 November 2017 tepat pukul 14.00 WITA. Hal itu sesuai dengan aturan TAP Pemira Nomor. 02, bahwa proses gugatan harus selesai diproses dan diputuskan selambat-lambatnya 2 hari setelah laporan diterima.

Namun, pada saat akan dilaksanakannya pengumuman keputusan Panwas di hari yang telah ditentukan, terjadi perbedaan pendapat antara kedua belah pihak. Pihak Timses Paslon Nomor Urut 1 meminta agar pengumuman hasil gugatan dilakukan secara terbuka agar semuanya dapat mendengarkan hasil putusan tersebut.

"Namun terjadi perdebatan yang panjang antar Panwas dan Timses Paslon 1. Karena tidak dapat titik temu, akhirnya disepakati dilakukan mediasi antara Panwas, Tim Sukses 1 dan 2 untuk membicarakan mekanisme pengumuman hasil gugatan," jelas Yani.

Bahkan, sebelum mediasi dilaksanakan, cek-cok terus terjadi antara kedua belah pihak. Hingga kedua pendukung paslon saling memasuki ruang MPK dan adu mulut tak terelakkan. Akibat perbincangan yang tak juga bertemu, kericuhan dimulai pada saat salah satu mahasiswa terkena lemparan kursi.

"Terjadilah pelemparan kursi yang tidak tahu dari mana datangnya. Akhirnya kejadian tersebut memancing pendukung paslon masing-masing dan terjadilah kericuhan yang tak bisa dihindarkan," jelasnya.

Selain itu, keributan juga dipicu adanya provokasi dari beberapa mahasiswa.

"Pada saat adu mulut dengan Panwas, ada juga tindak provokasi dari beberapa orang," ucapnya.

Kericuhan berlangsung beberapa saat. Terjadi tarik ulur keributan antara kedua belah pihak.

Keributan yang melibatkan ratusan mahasiswa tersebut akhirnya dapat terkendali dengan turun langsungnya Rektor Unmul, Masjaya. (*)

Reporter : NR Syaian    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0