20 Juli 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Aniessa Hasibuan, Perancang Hijab Indonesia Yang Bersinar di New York


Aniessa Hasibuan, Perancang Hijab Indonesia Yang Bersinar di New York
Hijab fashion karya perancang Aniessa Hasibuan (Foto: Istimewa)

KLIKPENAJAM.COM - Sebuah koleksi yang ditampilkan di New York Fashion Week adalah untuk pertama kalinya ketika semua model yang muncul dalam peragaan tersebut mengenakan hijab.

Peragaan karya perancang Anniesa Hasibuan menjadi salah satu yang pertama oleh warga negara Indonesia dalam acara tahunan prestisius di Amerika Serikat.

Meskipun terhitung masih sangat muda di dunia mode, ternyata Anniesa Hasibuan telah beberapa kali menampilkan karyanya di panggung busana Internasional. Bahkan ia memamerkan karya pertamanya di Kaftan Festival Westfield, London, Inggris.

Perempuan 30 tahun ini juga sudah dua kali memamerkan koleksi gaun-gaunnya di Couture Fashion Week New York, yaitu pada 2015 lalu dan di awal 2016.

Couture Fashion Week New York disebutnya sebagai salah satu gerbang menuju panggung yang lebih besar. Di sini ia merasa mendapat sambutan yang sangat baik. Lewat karya bertajuk Pear Asia ia memamerkan gaun-gaun adibusana yang berhiaskan aneka mutiara Lombok.

Pada masa di mana pilihan pakaian seorang perempuan muslim menimbulkan debat panjang, banyak yang menyebut langkah Hasibuan ini sebagai momen bersejarah dalam membawa hijab ke sorotan utama.

Terinspirasi oleh kota asalnya, Jakarta, Hasibuan menampilkan celana panjang, tunik longgar dan gaun, dalam bahan mewah dan aplikasi bordir yang detil, semuanya dikenakan dengan hijab.

Hasibuan termasuk seorang pendatang baru, dan pada akhir acara, perancang berusia 30 tahun ini mendapat sambutan tepuk tangan meriah sambil berdiri dari pengunjung.

"Di balik kesuksesan sebuah peragaan ada tim hebat yang kuat dan kokoh ketika mengalami perbedaan," tulisnya di Instagram. "Dan kita bisa melaluinya."

Melanie Elturk, direktur eksekutif Haute Hijab - perusahaan Amerika yang menjual baju serta hijab - berada di peragaan tersebut.

"Saya percaya mode adalah salah satu cara kita bisa mengawali perubahan budaya di masyarakat untuk menormalisasi hijab di Amerika untuk menghancurkan stereotipe dan menghilangkan kesalahpahaman," tulisnya di Instagram. (*)

Reporter : Fanny Arya    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0