20 Juli 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Mahasiswa di Samarinda Protes Kenaikan BBM Non Subsidi


Mahasiswa di Samarinda Protes Kenaikan BBM Non Subsidi
Aksi mahasiswa Aliansi Garuda Mulawarman menuntut pemerintah untuk menurunkan harga BBM non subsidi di Samarinda, Senin 19 Maret 2018 (Foto: KLIKSAMARINDA)

KLIKPENAJAM.COM - Ratusan mahasiswa di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), melakukan aksi long march mendorong motor di sepanjang Jalan Pramuka, Senin siang, 19 Maret 2018. Aksi tersebut dilakukan sebagai ungkapan kecewa atas kenaikan harga BBM non subsidi.

Menggunakan almamater Universitas Mulawarman (Unmul) sepanjang Jalan Pramuka ke depan gerbang Unmul. Sontak, aksi tersebut berujung kemacetan. Aksi juga menjadi perhatian dari masyarakat sekitar.

Massa aksi yang menamakan diri Aliansi Garuda Mulawarman menuntut pemerintah untuk menurunkan harga BBM non subsidi. Juga, menuntut pemerintah untuk mendistribusikan pasokan BBM subsidi seluruh SPBU di Kaltim.

Selain melakukan aksi dorong motor, massa juga membentangkan spanduk penolakan dan juga orasi. Humas Aksi, Sigit Untoro mengutarakan, perekonomian Kaltim kian menurun karena imbas dari perekonomian Nasional.

Tercatat bahwa pertumbuhan ekonomi nasional hanya 5,01 (data BPS), turun drastis dari tahun-tahun sebelumnya. Mahasiswa mengkritisi kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menaikkan harga beberapa jenis BBM non subsidi, 24 Februari 2018 lalu.

"Padahal Presiden Joko Widodo menjanjikan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional akan meroket di atas angka 7,00,” tegasnya melalui megaphone.

Massa menganggap pemerintah sama sekali tidak memikirkan kondisi rakyat. Pemerintah, ungkap Sigit, menaikkan harga BBM non subsidi, kala itu, pukul 00.00 WIB di saat rakyat tertidur pulas dan tanpa ada pemberitahuan yang jelas dari pemberitaan.

Pun, Sigit menilai Kaltim, khususnya Samarinda, berdasarkan tim survei Unmul, juga mengalami kelangkaan Premium. Dampaknya, jumlah premium saat ini, khususnya Samarinda, juga terbatas. Supir angkutan termasuk ojek di Samarinda juga mengeluhkan sulit mencari BBM.

Usai melakukan orasi dan aksi long march, massa bertolak ke Kantor DPRD Provinsi Kaltim untuk kembali menyampaikan aspirasi.

Sebelumnya, Pemerintah telah menaikkan harga BBM non subsidi menurut kalkulasi naik di kisaran Rp300 per liter sejak 24 Februari 2018.

Rinciannya, Pertamax naik dari Rp8.600 menjadi Rp8.900 per liter. Pertamax Turbo naik dari Rp9.600 menjadi Rp10.100 per liter. Pertamina Sex naik dari Rp9.250 menjadi Rp10.000 per liter. Dexlite naik dari Rp7.500 menjadi Rp8.100 per liter.

Untuk Indonesia bagian timur, harga Pertamax justru jauh di atas harga asli. Bahkan di Papua Barat mencapai Rp11.550. (*)

Reporter : NR Syaian    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0