20 Juni 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Tak Masuk Kerja Setahun, Satu Pegawai Pemkab PPU Terancam Dipecat


Tak Masuk Kerja Setahun, Satu Pegawai Pemkab PPU Terancam Dipecat
Kepala BKPP PPU Surodal Santoso (Foto: Fadli)

KLIKPENAJAM.COM - Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN), mengatur bagi pegawai yang tidak masuk kerja selama 46 hari dalam satu tahun, akan dikenakan sanksi berat sesuai peraturan yang berlaku.

Hal ini merujuk pada salah satu ASN yang menjabat Kepala Bidang di Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang), yang diduga melanggar disiplin ASN dan terancam hukuman berupa pemecatan.

Pegawai itu disebut tidak masuk kerja mulai Agustus 2017 hingga akhir Mei 2018. Dan juga telah berulang kali diberi teguran.

Kepala Dinas Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten PPU Surodal Santoso, mengatakan pegawai tersebut telah memenuhi unsur pemberian sanksi berat, berupa pemecatan atau penurunan pangkat.

"Namun, saat ini sanksi belum dapat dipastikan. Nanti kita ketahui setelah Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan," ujarnya.

Sesuai aturan, Pemerintah juga wajib menjalankan sesuai dengan aturan yang berlaku. Sehingga akan tetap dilakukan pembinaan terlebih dulu. Selain itu pihaknya kata Surodal, juga menunggu tim inspektorat menyelesaikan pemeriksaan.

Sementara saat dikonfirmasi, pegawai berinisial CNS tersebut menjelaskan alasan tidak masuk bekerja selama satu tahun karena dirinya mengalami musibah patah kaki, serta orangtua meninggal. Kondisi itu menurutnya juga telah disampaikan kepada Asisten III Setkab PPU, sebagai alasan tidak dapat masuk kerja sementara waktu.

“Salah satunya saya mengalami musibah patah kaki berapa waktu lalu, saya juga sudah sampaikan semua kepada Asisten III alasan saya tidak masuk selama satu tahun. Mulai dari insiden hingga orangtua saya meninggal dunia. Saya sudah beritahu semua bahkan saya membawa surat dari dokter,” terangnya. (*)

Reporter : Rahmad Fadli    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0