15 Agustus 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Diusulkan ke BNPB, Anggaran Relokasi Korban Longsor Telemow Butuh Rp11 Miliar


Diusulkan ke BNPB, Anggaran Relokasi Korban Longsor Telemow Butuh Rp11 Miliar
Kondisi bencana longsor di Desa Telemow Kecamatan Sepaku beberapa waktu lalu (Foto: Fadli)

KLIKPENAJAM.COM - Pasca bencana tanah longsor di RT 06 dan 07 Desa Telemow Kecamatan Sepaku, puluhan rumah warga yang ambruk akhirnya ditindaklanjuti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dengan mengajukan usulan anggaran relokasi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kasubid Logistik dan Peralatan BPBD PPU Nurlaila, mengatakan anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan 53 unit rumah bagi para korban longsor Telemow mencapai Rp11 Miliar.

"Anggaran awal untuk pembangunan sekitar Rp7 Miliar, karena kami menghitung hanya Rp2 juta/meter persegi. Setelah penghitungan ulang, naik jadi Rp4 juta, sehingga membutuhkan anggaran Rp11 Miliar,” ujarnya saat dikonfirmasi KlikPenajam. Kamis, 19 Juli 2018.

Ia menambahkan, untuk lahan sudah tersedia dan telah dibersihkan seluas 1 hektare, serta sudah dibebaskan melalui bantuan yang diterima para korban dari masyarakat.

“Setiap korban tanah longsor akan mendapatkan rumah tipe 36, sesuai yang kami ajukan kepada BNPB. Dan tim juga sudah turun untuk meninjau lokasinya,” tandasnya.

Selain 53 unit rumah, kawasan pemukiman bagi para korban tersebut rencananya juga akan dilengkapi berbagai fasilitas, diantaranya Mushalla dan TK/TPA. Meski hingga kini belum diketahui berapa anggaran pasti yang akan disetujui.

"Tim baru rutin hari ini meninjau ke lokasi, semoga saja pembangunan relokasi rumah untuk korban bencana sudah dapat dilaksanakan tahun ini,” pungkasnya.(*)

Reporter : Rahmad Fadli    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0