17 Oktober 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Debu Ganggu Kenyamanan, Warga Gunung Steleng Portal Akses Jalan Menuju KIB


Debu Ganggu Kenyamanan, Warga Gunung Steleng Portal Akses Jalan Menuju KIB
Portal yang dibangun warga RT 12 Kelurahan Gunung Steleng, sebagai bentuk protes akan kondisi jalan di pemukiman mereka (Foto: Fadli)

KLIKPENAJAM.COM - Warga RT 12 Kelurahan Gunung Steleng, Kecamatan Penajam, portal Jalan Meriam yang merupakan akses jalan kendaraan perusahaan menuju Kawasan Industri Buluminung (KIB) dan Pelabuhan Benuo Taka.

Kerap dilalui kendaraan Crude Palm Oil (CPO) maupun kendaraan yang bermuatan berat lainnya, mengakibatkan kondisi Jalan Meriam rusak dan menimbulkan debu yang membuat warga setempat geram.

Wakil Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Gunung Steleng Ahmad, mengatakan setiap harinya akses jalan tersebut dilalui ratusan kendaraan CPO, sehingga jalan menjadi rusak parah. Pemortalan dilakukan lantaran selama ini jalan tidak tersentuh perbaikan.

"Panjang jalan yang rusak kurang lebih 600 meter. Setiap harinya mencapai 100 kali bolak balik kendaraan pengangkut CPO yang lewat, bahkan lebih. Apalagi kalau kapal pengangkut datang, bisa 24 jam lewat sini," ungkapnya.

Warga setempat akan membuka portal tersebut apabila ada kesepakatan dalam perbaikan jalan. Dan berharap pemerintah dapat melakukan perbaikan jalan dengan rigid seperti jalan lain di PPU.

"Kami akan buka portal apabila ada kesepakatan kapan akan diperbaiki, kami harap pemerintah dapat memperbaiki jalan ini dengan me-rigid beton seperti jalan lainnya di PPU," ujar Ahmad.

Sementara Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) PPU Alimuddin, saat menemui masyarakat mengatakan jalan tersebut akan dilakukan perbaikan rigid beton, pada 2019 mendatang.

Diakuinya, pemerintah juga menyadari belum secara penuh melakukan peningkatan jalan menuju akses KIB dan Pelabuhan Benua Taka.

"Memang program selanjutnya jalan ini yang akan di rigid beton, masalahnya kan muncul sekarang bukan nanti. Oleh karena itu, kita meminta warga untuk bersama memahami kondisi pemerintah, saya sudah melaporkan kepada Bupati dan berkoordinasi dengan Ketua DPRD PPU, bahwa jalan ini akan dianggarkan 2019 mendatang," terang Alimuddin.

Kepala Bapelitbang PPU Alimuddin, saat dialog bersama warga RT 12 Kelurahan Gunung Steleng (Foto: Fadli)

Ia menambahkan, apabila kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten PPU memungkinkan, pembangunan jalan akan dikerjakan tahun ini.

"Kita menyadari anggaran yang untuk membangun ini kan pinjaman, kalaupun memungkinkan dalam waktu dekat bisa kita kerjakan. Tetapi kalau tidak, kita harus bersabar hingga anggaran 2019," imbau Alimuddin.

Guna mengurangi debu pihaknya lanjut Alimuddin, akan meminta bantuan Dinas terkait untuk melakukan penyiraman setiap harinya, dan juga memperbaiki beberapa bagian jalan yang rusak.

"Keluhan warga adalah debu, untuk sementara kita membantu penyiraman setiap hari dengan bantuan Pertamanan, serta Bina Marga untuk perbaikan jalan rusak. Menurut informasi, sudah ada dua korban dan salah satunya meninggal dunia," paparnya.

Ditambahkannya, warga setempat setuju dengan opsi yang ditawarkan, dan berjanji membuka portal usai pertemuan.

"Alhamdulillah warga setuju dengan opsi yang kami tawarkan, mungkin sore ini portal sudah akan dibuka kembali," pungkasnya. (*)

Reporter : Rahmad Fadli    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0