23 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Tingkatkan Minat Baca Siswa, MTs Negeri 1 Balikpapan Gagas Koinku untuk Buku


Tingkatkan Minat Baca Siswa, MTs Negeri 1 Balikpapan Gagas Koinku untuk Buku
Direktur Program Pelita Pendidikan Tanoto Foundation Stuart Weston, saat kunjungan ke MtsN 1 Balikpapan (dok)

KLIKPENAJAM.COM - Tingkat literasi Indonesia dalam banyak survei relatif rendah, hal itu memicu pemerintah mengadakan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sebagai amanat Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2015, tentang budi pekerti.

Program GLS memacu banyak sekolah secara kreatif menempuh berbagai cara meningkatkan minat baca para siswa. Salah satu yang paling menonjol, pengadaaan buku yang lebih banyak dan bervariasi.

Buku-buku tersebut akan membuat siswa tidak kehabisan sumber bacaan. Sebab habisnya sumber buku yang dibaca, dipastikan menurunkan minat baca siswa, bahkan di sekolah-sekolah dengan minat baca tinggi.

Guna mengatasi kekurangan buku menarik dan bervariasi, MTs Negeri 1 Balikpapan melakukan upaya menarik, sebagai mitra program Pelita Pendidikan Tanoto Foundation.

Dijelaskan Kepala Perpustakaan Madrasah Umi Putri Ibalia, minat baca siswa cukup tinggi namun jumlah buku di perpustakaan terbatas. Kebanyakan buku yang ada hanya buku paket pelajaran, sehingga kurang menarik minat siswa untuk giat membaca.

Untuk terus menjaga dan meningkatkan minat baca lebih jauh, perlu terobosan pengadaan buku. Dana dari sekolah sangat terbatas karena masih banyak kebutuhan lain yang harus dibiayai.

Maka didukung Aliansi Bikers Sosial Balikpapan, Umi menggagas terobosan yang ia sebut “Koinku untuk Buku”. Program ini mengumpulkan infaq koin dari siswa untuk menambah koleksi buku perpustakaan.

Koin yang sudah terkumpul kemudian diserahkan ke Aliansi Bikers Sosial Balikpapan untuk pembelian buku. Aliansi Bikers Sosial Balikpapan adalah komunitas biker yang aktif melakukan program Gemar Membaca di masyarakat, seperti program Lapak Gemar Membaca di Lapangan Merdeka, Pustaka Baca Keliling, Kampung Baca dan lainnya

“Kerjasama dengan gerakan literasi yang tumbuh dari masyarakat seperti Aliansi Bikers Sosial ini sangat mengutungkan. Selain memperluas jaringan, Harga per bukunya kalau beli dari mereka, lebih murah dibandingkan dengan membeli dari toko buku,” ujar Umi, saat ditemui Senin, (27/8/2018)

Berdasarkan persetujuan sekolah, program “Koinku untuk Buku” dilakukan tiap satu bulan. Biasanya tiap Senin awal bulan pasca upacara bendera.

Para siswa yang ditunjuk khusus, berkeliling ke semua peserta upacara membawa kotak infak. Setelah minggu sebelumnya para siswa diimbau membawa koin yang dibutuhkan.

“Kita lakukan sekali saja sebulan, karena senin berikutnya diadakan kegiatan yang sama, tapi untuk kebutuhan yang lain, “ lanjut dia.

Program dimulai pada awal Maret hingga Agustus 2018 sudah terlaksana dua kali.

“Banyak ujian, hari libur dan kegiatan lain. Sehingga pelaksanaannya tidak memungkinkan diadakan tiap awal bulan,” tandas Umi.

Total infak dari dua kali kegiatan tersebut mencapai Rp 1,5 juta, untuk dibelikan buku menarik yang ternyata sangat disenangi siswa. Diantaranya buku cerita, motivasi diri, dan sebagainya.

“Perintah membaca itu pertama kali turun kepada Nabi. Ini menyiratkan betapa pentingnya gerakan literasi. Demi amanat itu, kami berharap tidak cuma hari Senin saja siswa menyumbang, tapi kapan saja kalau dia mau. Kalau masyarakat mau ikut berpartisipasi secara meluas, kami juga sangat bersyukur,” papar Umi.

Sartono, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Balikpapan dan Direktur Program Pelita Pendidikan Tanoto Foundation Stuart Weston, baru-baru lakukan kunjungan ke MtsN 1 Balikpapan menyatakan ketertarikannya dengan program kreatif ini. Ia bahkan ikut mengisi wadah infaq koin tersebut.

“Sebuah madrasah atau sekolah yang siswanya rajin membaca, akan sangat berbeda dengan sekolah yang siswanya tidak banyak membaca. Banyak membaca akan memicu munculnya kreatifitas, membuka lebih banyak potensi, dan berwawasan,” ungkap Sartono.

Sartono pun berharap program Koinku untuk Buku ini bisa ditiru oleh madrasah lain. “Kita mendorong program seperti ini tersebar juga di madrasah-madrasah di kota ini,” imbaunya.

Sementara Stuart Weston, mengatakan Program Pelita Pendidikan hadir di Kaltim untuk memperkuat inisiasi kreatif program peningkatan minat baca seperti yang dilakukan Umi.

“Program Pelita Pendidikan akan mendorong sekolah mengembangkan berbagai kegiatan literasi sesuai kondisi dan kebutuhan sekolah. Diantara program yang akan dilakukan , dengan mendorong sekolah mengadakan kegiatan mendekatkan buku pada siswa. Seperti pengembangan sudut baca, taman baca dan lainnya. Serta membiasakan siswa membaca tiap hari lewat program membaca 15 menit sebelum pembelajaran,” terang Stuart Weston.(*)

Reporter : Rilis Pers    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0