23 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Pembayaran Ganti Rugi Nelayan oleh Pertamina Ditarget Rampung Tahun Ini


Pembayaran Ganti Rugi Nelayan oleh Pertamina Ditarget Rampung Tahun Ini
Kepala Seksi (Kasi) Kenelayanan Dinas Perikanan dan Kelautan PPU Aris Tangke Arung (Foto: Fadli)

KLIKPENAJAM.COM - Kompensasi yang dijanjikan PT Pertamina bagi para nelayan Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang terdampak pencemaran minyak mentah di Teluk Balikpapan beberapa waktu lalu, hingga kini belum terbayarkan. Padahal pihak Pertamina disebut-sebut berjanji akan memberikan ganti rugi pada Juli 2018.

Menanggapi itu, Kepala Seksi (Kasi) Kenelayanan Dinas Perikanan dan Kelautan PPU Aris Tangke Arung, mengatakan ada 1.200 nelayan di Kecamatan Penajam yang terkena himbas dari pencemaran minyak mentah tersebut.

Dijelaskannya, pihak Pertamina memastikan untuk membayar ganti rugi kepada korban yang terkena imbas tumpahan minyak tersebut. Namun, sejauh ini hanya 67 nelayan yang telah menerima ganti rugi yang dimaksud.

"Pembayaran ganti rugi itu secara bertahap, untuk tahap awal ada 20 nelayan dan tahap kedua 46 nelayan. Termasuk dari Kecamatan Waru dan Desa Api - api," jelasnya.

Dilanjutkan Aris, awalnya pihak Pertamina menjanjikan membayar ganti rugi pada Juli 2018 lalu, namun hingga kini belum terealisasi secara keseluruhan. Tertundanya pembayaran ganti rugi dikarenakan Pertamina memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dilalui untuk pembayarannya.

Aris mencontohkan, dalam pembayaran tersebut terlebih dulu diajukan ke pusat, setelah disetujui baru dapat dibayarkan.

"Yang diajukan itu juga tidak dapat secara keseluruhan, jadi sistemnya bertahap. Meski pihak Pertamina berjanji membayarkan bulan Juli lalu, tapi sampai saat ini belum terealisasi semua, namun bertahap," ujarnya.

Bahkan pihaknya diakui Aris pernah didatangi sejumlah warga yang menuntut agar ganti rugi dapat segera dibayarkan. Mengingat para nelayan yang mendapat ganti rugi pun bermacam. Mulai rakang kepiting, belat, bagan, hingga kebubuh. Namun demikian seluruh pembayaran ditarget rampung tahun ini juga.

"Pemancing juga diberikan ganti rugi berupa pergantian hari kerja selama 12 hari. Dan perharinya Rp200 ribu. Target kami tahun ini harus selesai pembayaran ganti rugi itu," pungkasnya.(*)

Reporter : Rahmad Fadli    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0