23 September 2018

Belum punya akun? Silahkan mendaftar

Gara-gara Hal Ini, Petani Kutim Kesulitan Pinjam Modal


Gara-gara Hal Ini, Petani Kutim Kesulitan Pinjam Modal

KLIKPENAJAM.COM - Belum adanya penentuan titik koordinat lokasi enclave yang akurat di Kecamatan Sangatta Selatan dan Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutim, berdampak pada terhambatnya pengolahaan lahan pertanian oleh masyarakat setempat.

Pasalnya, sistem perkreditan perbankan untuk pinjamam uang dalam pengolahan lahan secara mandiri hanya dapat dilakukan dengan terlebih dahulu memenuhi legalitas formal atas lahan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kutai Timur (Kutim), Suharman, mewakili keluhan masyarakat petani di dua kecamatan tersebut, Sabtu 22 Oktober 2016.

"Sampai saat ini belum ada ketetapan dari titik koordinat yang mana dari 7.800 hektare yang ditetapkan sebagai enclave. Persoalan ini menghambat pembuatan legalitas atau sertifikat lahan pertanian masyarakat," ujar Suharman.

Padahal, lanjut Suharman, legalitas kepemilikan lahan yang sah dapat digunakan petani untuk pengajuan pinjaman di bank sebagai modal.

"Kalau lahan masyarakat belum memiliki legalitas formal, bagaimana bisa mendapat pinjaman dari pihak bank? Makanya kami harap pemerintah bisa melakukan percepatan pengukuran titik koordinat," katanya.

Menurut Suharman, kekurangan beras untuk memenuhi kebutuhan Provinsi Kalimantan Timur masih mencapai sekitar 75 ribu ton. Terdapat selisih yang masih timpang antara kebutuhan dan produktivitas sehingga untuk menutupi kekurangan, beras tambahan didatangkan dari Sulawesi, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan, ia menambahkan.

“Masih ada sekitar 300 Hektar luas lahan sawah atau lahan pertanian di Kecamatan Teluk Pandan yang belum dikelola oleh masyarakat. Padahal potensi air di lokasi itu cukup bagus karena terdapat aliran sungai disekitarnya.

"Intensifikasi dan ekstensifikasi seperti inilah yang harus dilakukan untuk meningkatkan produksi dan menaikkan indeks penanaman kita dari sejumlah masalah persawahan yang terkendala dengan kondisi perairan." imbuhnya. (*)

Reporter : Imran R Sahara    Editor : Khalfani Aldebaran



Comments

comments


Komentar: 0